Jika anda menggunakan layanan
hosting, dan anda bertanya, bagaimana jika satu ip digunakan untuk beberapa
domain/website sekaligus? Ada yang berpendapat setiap domain harus diwakili
oleh satu alamat ip yang unik, dan ada pula yang mempunyai pendapat tidak perlu
karena search engine mengambil data berupa url dan bukan ip.
Mayoritas perusahaan hosting, yang
menggunakan standar harga reasonable/ layak, tidak menawarkan single ip untuk
setiap domain/website yang di-hostkan. Kecuali pelanggan memang benar-benar
memerlukannya, seperti jika ingin menerapkan SSL (secure socket layer) di
websitenya, tentunya ada tambahan biaya per bulan sekitar puluhan ribu rupiah.
Ip
statis dan Shared IP
Ip statis untuk website adalah ip
yang disediakan khusus hanya untuk sebuah website tersebut, tidak berbagi
dengan website lainnya, jadi jika anda melihat url http://domaingw.com, dengan
ip 202.123.123.110, maka akses ke webnya dapat juga dilakukan dengan :
http:// 202.123.123.110 ->
http://www.domaingw.com
Ip shared, adalah ip yang disediakan untuk dipergunakan oleh
beberapa website, jika server1, server2, dan server3, menggunakan ip yang sama 202.123.123.110
(shared ip) maka pengaksesannya bisa juga dilakukan dengan :
http:// 202.123.123.110/~web1/
-> http://www.server1.com
http:// 202.123.123.110/~web2/
-> http://www.server2.com
http:// 202.123.123.110/~web3/
-> http://www.server3.com
Dimana, web1, web2 dan web3 adalah
identitas account yang terdaftar di web server tempat dimana web melakukan hostingnya.
Pertanyaan seputar shared ip :
Apakah website dengan ip share
akan lebih lambat dari ip dedicated?
Yang paling menentukan lambat
tidaknya sebuah website, adalah kurang lebih demikian :
1. Performa Webserver dan perangkat kerasnya
1. Performa Webserver dan perangkat kerasnya
2. Uplink port yang disediakan
untuk melayani request client
3. Infrastruktur interkoneksi
(backbone) antara sisi klien dan webserver.
Tidak menutup kemungkinan jika
mekanisme sharing yang melebihi batas kewajaran (over value) akan menyebabkan
akses ke sebuah situ yang menggunakan ip share menjadi lambat karena beban
server dan hardisk yang berlebih.
Apakah saya benar-benar memerlukan
sebuah dedicated ip untuk web server saya?
Jika anda menaruh hosting anda di server linux (*nix) dengan webserver yang mempunyai kapabilitas virtual hosting menggunakan header, anda tidak perlu khawatir jika menggunakan shared ip, alamat ip dari webserver anda, sudah cukup untuk bisa melakukan ftp, telnet dan melakukan browsing dengan http/1.1 compliant browser yang rata-rata sudah didukung oleh browser-browser web yang ada. Terkecuali jika anda ingin membangun web site dengan dukungan SSL di dalamnya, anda memang perlu sebuah dedicated ip.
Jika anda menaruh hosting anda di server linux (*nix) dengan webserver yang mempunyai kapabilitas virtual hosting menggunakan header, anda tidak perlu khawatir jika menggunakan shared ip, alamat ip dari webserver anda, sudah cukup untuk bisa melakukan ftp, telnet dan melakukan browsing dengan http/1.1 compliant browser yang rata-rata sudah didukung oleh browser-browser web yang ada. Terkecuali jika anda ingin membangun web site dengan dukungan SSL di dalamnya, anda memang perlu sebuah dedicated ip.
Apakah itu HTTP/1.1 ?3
HTTP adalah protocol world wide
web (www) yang mendefinisikan bagaimana sebuah web menangani permintaan client,
kemudian mengirimkannya melalui internet.
HTTP/1.1 afalah protokol yang menggunakan header website melalui hostname dari pada ip nya, yang berarti ini akan mendukung virtual hosting tanpa banyak menggunakan alamat ip. Browser-browser yang ada sekarang ini sudah mendukung http/1.1 dimana web browser akan membaca header hostname sebuah situs, bukan alamat ip-nya.
HTTP/1.1 afalah protokol yang menggunakan header website melalui hostname dari pada ip nya, yang berarti ini akan mendukung virtual hosting tanpa banyak menggunakan alamat ip. Browser-browser yang ada sekarang ini sudah mendukung http/1.1 dimana web browser akan membaca header hostname sebuah situs, bukan alamat ip-nya.